Perbedaan Lensa Kacamata Minus, Plus, dan Silinder

 

Perbedaan Lensa Kacamata Minus, Plus, dan Silinder

 

Memahami perbedaan antara lensa kacamata minus, plus, dan silinder sangat penting untuk memilih kacamata yang tepat. https://clinicadelaserycatarata.com/  Ketiganya dirancang untuk mengoreksi berbagai jenis gangguan penglihatan yang berbeda.


 

Lensa Minus (Untuk Rabun Jauh/Miopi)

 

Lensa minus, atau yang sering disebut juga lensa cekung, digunakan untuk mengoreksi rabun jauh (miopi). Kondisi ini membuat seseorang kesulitan melihat objek yang berada di kejauhan, sementara objek yang dekat terlihat jelas. Pada mata miopi, cahaya jatuh di depan retina, bukan tepat di atasnya, sehingga menghasilkan penglihatan yang buram.

Lensa cekung berfungsi menyebarkan cahaya sebelum masuk ke mata. Dengan begitu, titik fokus cahaya akan digeser mundur, tepat ke retina, memungkinkan penglihatan jarak jauh menjadi lebih jernih. Semakin tinggi nilai minusnya, semakin tebal lensa di bagian pinggir dan semakin tipis di bagian tengahnya. Angka minus ini biasanya diawali dengan tanda negatif (-).


 

Lensa Plus (Untuk Rabun Dekat/Hipermetropi)

 

Lensa plus, atau lensa cembung, digunakan untuk mengoreksi rabun dekat (hipermetropi). Kebalikan dari miopi, kondisi ini membuat seseorang kesulitan melihat objek yang berada di dekatnya, seperti saat membaca atau menjahit. Pada mata hipermetropi, cahaya jatuh di belakang retina.

Lensa cembung berfungsi mengumpulkan atau memfokuskan cahaya. Dengan mengumpulkan cahaya, lensa ini membantu menggeser titik fokus maju ke retina, sehingga objek-objek dekat dapat terlihat lebih jelas. Lensa plus memiliki bagian tengah yang lebih tebal dan pinggir yang lebih tipis. Nilai lensa plus ditandai dengan tanda positif (+) di depannya.


 

Lensa Silinder (Untuk Astigmatisme)

 

Lensa silinder, yang sering dikenal dengan sebutan “cylinder” atau “cyl”, digunakan untuk mengoreksi astigmatisme. Astigmatisme adalah kondisi di mana penglihatan menjadi buram atau terdistorsi pada semua jarak, baik jauh maupun dekat. Hal ini terjadi karena kornea atau lensa mata memiliki kelengkungan yang tidak rata, seperti permukaan bola rugby, bukan seperti bola basket. Akibatnya, cahaya yang masuk ke mata tidak difokuskan pada satu titik, melainkan pada beberapa titik.

Lensa silinder memiliki dua titik fokus, satu untuk mengoreksi kelengkungan pada satu sumbu, dan yang lainnya pada sumbu yang berbeda. Lensa ini mengoreksi kelengkungan mata yang tidak rata, membuat cahaya terfokus dengan benar pada retina, menghasilkan penglihatan yang tajam dan tidak terdistorsi. Nilai silinder ditulis dengan kombinasi kekuatan silinder (Cyl) dan sumbu (Axis) yang biasanya berkisar antara 0 sampai 180 derajat.


 

Kombinasi Lensa

 

Tidak jarang seseorang memerlukan kombinasi lensa, seperti minus dan silinder atau plus dan silinder, yang dikenal dengan minus-silinder atau plus-silinder. Misalnya, seseorang dengan mata minus dan astigmatisme memerlukan lensa yang memiliki kekuatan minus untuk rabun jauh dan kekuatan silinder untuk astigmatisme. Oleh karena itu, pemeriksaan mata oleh dokter spesialis mata atau optometri sangat penting untuk mendapatkan resep kacamata yang akurat dan sesuai dengan kebutuhan penglihatan Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *